Tentang
Riyadhoh Sedekah: Kuatkan Hajat dengan Sedekah
sedekahonline.com
“Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan kesulitan orang lain.” (HR. Ahmad)



SObat baik, adakah di antara kita yang memiliki hajat dan keinginan namun hingga saat ini belum terwujud? Ingin segera mendapatkan jodoh yang baik, memiliki momongan, kediamaan pribadi, pekerjaan impian, jenjang pendidikan atau lainnya.

Mungkin kita merasa telah berusaha maksimal, namun hajat-hajat kita tak kunjung tiba jua. Pernahkah SObat baik berpikir demikian? Jika ia, mari tuk bermuhasabah bersama.

Iangatlah, semua yang ada di dunia ini milik Allah SWT semata dan Ialah Maha Pengabul Doa dan Hajat. Usaha tanpa doa adalah kesombongan dan doa tanpa usaha adalah kesia-siaan. Sedangkan sedekah hadir sebagai stimulus terkabulnya hajat dan doa-doa.

Sekilas info
Tentang Kelas Materi KW-02
Kuliah Tauhid II (Memelihara dan Bahkan Menambah Semangat dan Kepercayaan diri)

Deksripsi ini sekalian menjelaskan, apa bedanya KW01 dan KW02.

Begini...

Bisa belanja, makan atau ngasih makan keluarga dan orang banyak, adalah persoalan IMAN? TAUHID? Jawabannya, meyakinkan, iya. Iya banget. Bisa kerja dan mempekerjakan orang? Persoalan IMAN dan TAUHID? Jawabannya juga, iya banget. Bisa kaya dan mengayakan orang? Bisa nikah dan membantu membuat orang-orang lain menikah? Bisa punya rumah, dan menyediakan tempat tinggal u/ keluarga dan orang banyak? Bisa kaya dan mengayakan yang lain, dengan jalan halalan thayyiban? Halal lagi baik? Bisa pergi haji dan menghajikan keluarga dan orang banyak? Umrah dan mengumrahkan keluarga dan orang banyak? Bisa punya anak keturunan? Bisa membiayai pendidikan anak dan anak-anaknya keluarga besar dan anak-anaknya orang lain? Bisa dapet beasiswa dalam dan luar negeri? Bahkan bisa membeasiswakan, menjadi jalan beasiswa, orang-orang banyak? Bisa jadi pedagang, pebisnis, pedagang, pengusaha? Yang besar, manfaat, lagi banyak barokahnya? Semua adalah persoalan IMAN dan TAUHID? Bisa hidup senang, tenang, kaya, makmur, sehat, panjang umur? Sampe ke anak turunan hingga akhir zaman? Semuanya juga adalah persoalan IMAN dan TAUHID.

Banyak perkara-perkara omongan, ucapan, kalimat, perkataan, pikiran, tulisan, yang jauh dari cerminan iman dan tauhid yang bagus.

Semisal yang mendasar, soal makan minum, tempat tinggal, biaya-biaya berumah tangga, termasuk makan minum tadi, biaya tempat tinggal, biaya sekolah, kuliah, nyantrenin anak... Ga ada iman dan tauhid di sana. Sehingga perkara dasar ini aja jadi susah sekali. Berat. Kayak ga kejangkau. Kecuali dengan bantuan utang, pinjam sana sini, berharap pengasih dan bantuan orang, ngandelin a, b, c; Entah itu ngandelin apa, atau ngandelin siapa.

Saya suka nanya, pasar punya siapa? Jika jawabannya adalah punya yang dagang? Maka selesai. Ga ada pertanyaan berikutnya. Sebab jadi berlaku hukum pasar, hukum manusia. Kayak ga ada pikiran dan jalan lain jadinya. Punya duit, bisa belanja. Ga punya duit, ga bisa belanja. Belum lagi gunjang ganjing soal ada dan tiadanya barang, mahal dan murahnya barang, dan siklus ada dan tiadanya uang buat belanja. Semuanya mendadak jadi berpengaruh kepada bisa belanja atau tidak, bisa beli atau tidak, bisa masak atau tidak, bisa makan atau tidak.

Tapi jika jawabannya adalah pasar punya Allah... Maka bisa diolah pertanyaan-pertanyaan berikutnya. Seperti, beneran? Yakin? Pasar punya Allah? Kalau iya, yakin, kenapa bergantung duit? Kenapa perlu duit? Kenapa ga bergantung kepada Allah? Kenapa ga butuh Allah? Setidaknya, kayak ga butuh Allah? Mentang-mentang ada duit, lalu ga berdoa ke Allah? Supaya bisa belanja? Yakin banget bisa belanja ke pasar? Punya duit belum tentu bisa belanja, ga punya duit, belum tentu ga bisa belanja.

Ketika seseorang masukin barang, ke pabrik-pabrik... Siapa yang dicari oleh dia? Trnyata bukan PemilikPabriknya. Melainkan, manusia demi manusia, yang membuat daftar ikhtiarnya menjadi sangat panjang. Mulai dari harus melewati sekuriti, front office, marketing atau purchasing, menejer, general menejer, direktur, dirut... Dan akan bulak balik presentasi, rapat, dan lain-lain. Lalu menamakan: Ikhtiar. Kerap kali juga kasak kusuk, usaha, nyari orang dalem. Tapi liat, kenapa ini jadi persoalan Iman dan Tauhid... Sederhana aja, koq ga nyari Allah? Bukankah Allah Yang Punya Langit dan Bumi, dan semua isinya? Segala isinya? Ga kenal? Ga tau? Atau ga kepake kenal dan taunya Allah ini? Di mana harusnya, seseorang yang kenal dirut, kan, misal dirut adalah temannya, ya dia bisa membypass sekuriti sampe seluruh level organisasi ke atas. Nanti kalo hubungannya baik atau teramat baik? Dengan dirut? Maka dirut lah yang ngatur, yang manggil orang-orangnya, dan bahkan nyuruh nyari dan nemuin kita, untuk bicara soal beli barang kita. Nah, dengan Allah? Gimana? Itu baru dirut? Harusnya? Allah? Lebih lebih laginya dari sekedar dirut? Kenal ga? Tau ga? Deket ga? Sehingga Allah kemudian berkenan mengatur untuk kita?

Demikian di seluruh sendi persoalan manusia. Pengen lunas utang, pengen kaya, pengen nikah, pengen sekolah dan kuliah tinggi, dalam dan luar negeri. Pengen punya anak, pengen hidup tenang, pengen jadi shaleh shalehah... Atau punya keluarga yang shaleh shalehah... Dan perkara-perkara di hidup dan kehidupan manusia... Semuanya perlu bekal iman dan tauhid.

Di KW01 belajar AMALAN-AMALAN dan DOA-DOANYA.

Di KW02 belajar ke PENERAPANNYA.

Dua-duanya bagus banget diambil sekaligus. Bisa paralel saling melengkapi, saling menguatkan. Hidup jadi enteng, ringan, mudah. Bercahaya, penuh harapan, gembira, senang, riang... Dan bahkan bisa menjadi cahaya buat keluarga, lingkungan, dan alam ini.

Dan karena perlu membekali keluarga juga dengan perkara-perkara iman dan tauhid, bener-bener ini menjadi belajar "wajib" buat keluarga semua.

Semoga Allah mengizinkan dan memberi ridha-Nya.

Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

Sedekah memiliki banyak manfaat dan keutamaan yang mulia baik di sisi Allah SWT, juga di sisi sesama insan. Berikut beberapa manfaat sedekah yang bisa menjadi motivasi bagi SObat baik semua:

Allah SWT memberikan rezeki yang melimpah dan berkah
Dicintai Allah SWT dan sesama insan.
Sebagai wasilah terkabulnya hajat dan doa.
Penolak bala dan musibah.
Mengubah kesulitan menjadi kemudahan.
Dengan Riyadhoh Sedekah, mari kita ikhtiar batin tuk membantu sesama sebagai wasilah terkabulnya hajat dan doa-doa. Dari program Riyadhoh Sedekah melalui SedekahOnline.com ini, ada ratusan santri yatim dan dhuafa penghafal Qur’an yang SObat baik bantu.

Tak hanya itu, Riyadhoh Sedekah yang SObat baik ikuti akan menolong ratusan fakir miskin dan dhuafa. Semoga doa-doa mereka menjadikan Allah SWT rida pada amal kita dan mengabulkan hajat kita, Aamiin.

prev