Informasi Tentang
Idaqu Jalin Kerja Sama dengan Lima Lembaga Nasional
idaqu.ac.id
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Tokoh-tokoh nasional berkumpul di Institut Daarul Qur’an (Idaqu) untuk berdiskusi mengenai wawasan kebangsaan dengan tajuk “Wawasan Kebangsaan Menurut Perspektif Akademik”. Acara digelar Hari Kamis (17/6) pagi hingga siang hari di kampus Idaqu, Jl. Cipondoh Makmur Raya, Cipondoh, Tangerang. Diskusi diikuti oleh dosen dan akademisi Lembaga Pendidikan Daarul Qur’an serta peserta umum lewat Virtual Meeting Zoom.

Momen diskusi ini melengkapi rangkaian penandatanganan nota kesepahaman antara Idaqu dengan lima lembaga nasional, yakni Majelis Ulama Indoensia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Asosisasi Dosen Indonesia (ADI), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Kerjasama menyoal berbagai sektor akademik maupun support systemuntuk kedua belah pihak.

Pimpinan Umum Daarul Qur’an, KH Yusuf Mansur, membuka acara dengan sambutannya. Beliau berujar, kecintaan kita terhadap bangsa Indonesia harusnya sudah terpupuk mengingat anak bangsa banyak yang berkarya dan diakui dunia, berikut tradisi nasional yang menggugah banyak bangsa.

Dalam bidang pendidikan, Indonesia telah lama diakui sebagai penyuplai ulama-ulama besar yang menjadi guru imam-imam besar Haramain. “Saya pengen dekan-dekan universitas di Malaysia adalah anak-anak Idaqu. Sekarang kita ekspor mahasiswa mahasiswi, nanti kita ekspor pimpinan-pimpinan terbaik,” ujarnya.

Dream yang diucapkan Kyai Yusuf itu menjadi magis buat Idaqu. Sang Rektor, Dr. H. M. Anwar Sani, S.Sos.I, M.E., berujar bahwa Kyai Yusuf memang selalu menggelora ketika berbicara sebuah impian. Ia mengatakan, perjalanan Daarul Qur’an dari dream Kyai Yusuf pun bisa menjadi inspirasi untuk pembangunan bangsa.

“Kata Kyai Yusuf, Daqu akan segede lantainya bumi, atapnya langit. Terwujud dengan lembaga pendidikan baik formal maupun non formal. Sekarang jumlahnya ratusan ribu di Indonesia maupun mancanegara,” tukasnya.

Setelah sambutan dari dua pimpinan Daarul Qur’an, diskusi pun dibuka. Diskusi dibuka dengan para panelis dalam diskusi ini yakni Sekretaris Jendral ICMI, Mohammad Jafar Hafsah; Sekjen MUI, Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A.; Rektor UMJ, Dr. Ma’mun Murod, M.Si.; Wakoor Kopartais 1 DKI Jakarta, Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A.; serta Sekertaris Senat UIN Jakarta, Prof. Dr. Armai Arief, M.Ag. Satu panelis lain hadir di Ruang Virtual Meeting Zoom, yakni Ketua Umum ADI, Prof. Dr. Dino Pati Djalal, M.A.

Di tengah diskusi, seisi ruangan heboh. Sebabnya, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Periode 2004-2009, Adhyaksa Daud, juga ikut meramaikan diskusi.