KW-183
Muda, Kaya, Hepi
Untuk mengetahui lebih detail perihal kelas materi ini, semoga Anda berkenan untuk membaca Deskripsi Kelas Materinya dibawah ini..
Deskripsi Kelas Materi  

Buat anak-anak sekolahan, adik-adik kuliahan, anak-anak remaja, anak-anak muda, anak-anak milenial...


Bismillaaah...


Akhir September 2020... Haji Budi cerita... Usia 19th dulu... Dalam keadaan menjadi anak desa di salah satu daerah di Indonesia... Di mana dari pusat kota, naek truk 8 jam... Dan sampe "kota" di kampungnya, masih harus lagi nyambung naik mobil bak sayur... Numpang... Plus sampe di bibir jalan desa, masih harus jalan kaki 1 jam.... Beliau pasang impian...

Pengen jadi orang kaya di desanya...

Haji Budi yang kemudian usianya saat diceritakan sekitar 40th ini, di 2020, masih bercerita.... Usia 32 tahun baru kemudian punya pabrik kecil. Dengan beberapa karyawan saja. Tapi tapakan "kaya", kata beliau, dah keliatan saat itu... "Perlu 13th perjalanan kata-kata...", katanya. "Hingga ia mewujud pintunya... Baru pintunya..."

Saya mendengar cerita beliau dengan seksama...

Ya, perlu perjalanan waktu... Kata beliau lagi, "Jika anak-anak sejak kecilnya masang omongan... Maka, 13th nya tentu akan lebih cepat lagi."

Santri-santri mendengar...

Sepakat...

Dan bisa jadi jauh lebih cepat, ga perlu nunggu 13th... Wirda misalnya... Dan banyak lagi anak-anak Indonesia lainnya. Bila keadaannya beda dengan Budi Remaja. Baik keluarga, tempat tinggal, akses, dll. Dan tenang aja. Semua dukungan, bisa dihadirkan Allah... Asal Allah udah dukung. No matter what, no mattter how...

Haji Budi juga bertutur soal Wrangler. Jeep Wrangler. Saat ia masih ngontrak, ga kebayang punya mobil mewah, ia berdoa... "Yaa Allah, pengen gagah, hehehe. Pengen make Wrangler...". Kata Haji Budi, "Istri saya noel beliau. Negor... Kemewahan kata istri saya. Ga kejangkau..."

Ga lama, Haji Budi dapet proyek gede pertama tama.... Yang uang mukanya, Wrangler... Persis sama dengan omongannya.

Haji Budi ngingetin saya dan ngingetin santri yang hadir... "Itu biar gimana omongan... Ngomong aja. Doa aja. Kita suka ga minta. Ya wajar suka ga dikasih. Jangan marah-marah kalo ga dikasih ini itu. Kalo ga punya ini itu. Sebab kan emang ga minta. Kalo rizki umum, mah ya semua dikasih..."

Kita juga, kata Haji Budi, suka ngomong, "Lah, saya mah jadi apa aja, terserah Allah...". Eeeeeeeeeeehhh Giliran dijadiin orang miskin, orang susah, orang yang banyak bebannya, penuh kekurangan, marah-marah... Hehehe...

Cerita dan penuturan Haji Budi, pas banget dengan tema Modul 183 di www.kuliahwisatahati.com ini.

Tentu bukan hanya cerita "dunia...". Haji Budi juga bercerita soal pesantren impiannya, sekolah impiannya, masjid impiannya, atas nama beliau dan Hajjah Saodah, istrinya... Pergi haji umrah bulak balik... Bercerita tentang keinginannya punya ratusan bahkan ribuan karyawan... Punya pabrik... Punya proyek ini itu... Punya ratusan armada... Yang berarti mempekerjakan ratusan supir dan kenek-keneknya.... MaasyaaAllah...

Maka inilah yang mau dikasihtau, diingatkan, dipompa, dan dibimbing dengan serius, sungguh-sungguh, di Modul UNTUK ANAK-ANAK MILENIAL, ANAK-ANAK REMAJA, ANAK-ANAK MUDA, ANAK-ANAK SEKOLAH DAN KULIAHAN termasuk ANAK-ANAK MAB.... ANGGOTA MAB... Bahwa, di antaranya, "soal waktu", bisa dipercepat, sejak hari ini... Sejak masa kanak-kanak malahan.

Yang beginian, orang-orang tua pun belom tentu ada omongannya, ada impiannya. Belom tentu. Sangat belom tentu. Kalo ga belajar, kalo ga dinasihatin orang, kalo ga diajarin orang, kalo ga dikasih tau orang, bisa "apa adanya." Di banyak hal, "apa adanya" ini sangat-sangat ga bagus. Ga berwarna. Ga ada semanget. Ga bergairah.

"Yang penting," kata Haji Budi... "Semua harus ada nilai lebih nilai tambah. Berupa kebaikan dan manfaat. Apa buat Allah? Apa buat Agama? Apa buat Rasulullaah? Apa buat orang tua dan keluarga? Apa buat guru-guru? Apa buat kawan-kawan? Apa buat Indonesia? Apa buat dunia?

Berikut insyallah ini adalah Seri Materi yang akan disajikan dalam kelas materi ini :

  1. Geber aja. Tancep gas aja
    Ibarat mentor... mentornya ikut di motor bersama seluruh peserta. Ikut di mobil beserta seluruh peserta. Injek gas aja modalnya... Modal pertamanya.
    Di edisi mukaddimah sudah diberitahukan, langsung aja jadiin doa. kalimatnya disederhanakan. dan memang sederhana aja. langsung menohok... "Yaa Allah, jadiin saya dkk semua, se-MAB, seIndonesia, sedunia... Muda, Kaya, Hepi."Tar di perjalanan, dikasih tau sama mentornya, hehehe, yakni saya, dengan Izin Allah, kudu ngapain lagi.

  2. Belajar apa itu afirmasi? Dan afirmasi tertinggi
    Di materi ini, kawan-kawan peserta modul ke 183, di www.kuliahwisatahati.com, belajar lagi dam belajar ulang... Tentang kekuatan omongan, kekuatan ucapan... Kekuatan berkalimat... Ngucap. Ngejatohin omongan. Dan bukan sembarang kekuatan. Kekuatan yang memancar hingga jauh sekali... Ke Negeri Akhir. Sebab menjadi doa, sebagai bentuk afirmasi tertinggi, terbaik, terbagus, terhebat dan termulia.Ini belom sampe ke kekuatan pikiran, kekuatan penglihatan, kekuatan pendengaran, kekuatan telunjuk... "Tunjuk aja...". Belom.
    Bab ini belajarnya lebih luas di materi dan modul 4 Pilar. Yang disertakan juga 16 Seri Materi Afirmasi, Visualisasi, dan Repitisi.Lebih luas lagi, nanti ada juga di Modul ke 25, yang similiar memang dengan Modul ke 183.
    Tapi Modul ke 25 itu lebih ke pertanyaan filosofis... Tentang mengapa... Jawaban mengapa, selalu menarik. InsyaaAllah.Melengkapi dengan Modul 148 dan 181, hebat sekali. Bisa ada percepatan yang mengagumkan. InsyaaAllah.

  3. Minta Petunjuk Ikhtiar
    Belajar di materi ini, di modul ke 183, www.kuliahwisatahati.com, ikhtiarnya apa? Belajar dari yang paling awal... Minta petunjuk ikhtiarnya apaan. Ini bentuk lain, pengenalan Konsep Tauhid dan Iman Sederhana: Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus.. Meminta petunjuk ikhtiar sebelum ikhtiar. Untuk bebas usia. Usia berapa aja. Asal udah bisa mikir, hehehe. Lah kan anak-anak, ya udah bisa mikir, biar kata anak SD juga. Hehehe.
    Kelak ini akan jadi SOP seluruh peserta untuk langkah-langkah berikutnya, di urusan apa aja, seumur hidupnya, sampe akhir hayatnya.

  4. Ikhtiar 1
    Materi ini mengkepcer perjalanan ikhtiar seorang anak, yang bisa dikopi paste untuk anak mana saja, dan anak siapa aja, serta anak di mana aja. Ga peduli usianya berapa, keluarganya siapa, dan tinggalnya di mana.
    Berharap kemudian nanti ada contoh yang bisa diduplikasi. Juga oleh ayah bunda dan keluarganya. Ga malu dan ga segan berikhtiar, dari yang paling bawah, paling enol. Dari ga ada apa-apa, ga ada siapa-siapa, ga punya apa-apa.
    Soal keuangan, ekonomi, jalur kaya, jalur bisnis, jalur usaha, jalur profesional, jalur karir, jalur jaya dan jalur sukses, memang harus diikhtiarin sejak awal... Sejak anak-anak. Sejak remaja. Sejak muda. Ya pas lah buat kawan-kawan MAB nya Ka Wirda, Ka Quumii, Abang Kun, Abang Haafizh, Dede Aisyah. Pas jika memulai dari usia dini.

  5. Ikhtiar 2
    Menkepcer story dari Yusuf Mansur, hehehe. Kayak apa sih masa kecilnya? Trus apa yang bisa dipetik? Tapi maaf, hanya bisa nytoriin yang baik-baik, hehehe. Yang bagian jeleknya, diedit, hahaha. Kan nyontoh juga yang baik-baik.
    Tapi jangan khawatir, di Materi Ikhtiar 3, akan dikepcer, saat salah, salah berlaku buruk, saat berlaku ga bener, saat jauh dari ibadah, ya perjalanan akan sesat dan disesatkan. Ibarat orang mau ke ke Utara, malah dibuat oleh Allah, ke Selatan.

  6. Ikhtiar 3
    Seperti disampaikan di deskripsi Materi ke-5, maka materi ini menyampaikan penyebab keterpurukan, kesusahan, kesulitan, utang yang menggunung, nama yang rusak, hina, jelek, dan bau. Dari seorang Yusuf Mansur. Sebagaimana ditulis di Buku Yusuf Mansur yang pertama, saat buku "Mencari Tuhan" ditulis... Tertulis di sana, agar ga perlu dulu ngerasain terpuruk, susah, sulit, terhina, ancur... Baru kemudian mau bertuhan Allah. Ga usah nunggu mentok sana sini. Ga usah nunggu dihukum dan diazab Allah. Baru kemudian mau jadi orang bener.

  7. Ngasah Penglihatan, Pendengaran, Lisan, Hati, Pikiran, Badan
    Latihan jadi orang kaya dan bahagia. Dengan melatih panca indra. Dibawa kemana, ngelakuin apa, dan seperti apa bentuknya. Dipelajari insyaaAllah di materi ke-7 ini. Jika ini dilakukan terus menerus, insyaaAllah Muda, Kaya, Hepi, bakal kejadian dengan Izin Allah. Dan saat jadi, bukan jadi sebab orang-orang tua dan keluarga. Dan bukan pula bantuan kawan. Tapi sebab emang prestasi sendiri dengan izin Allah.

  8. Jadi Diri Sendiri
    Keberkahan orang tua dan keluarga, jika emang ada, maka ia menjadi keberkahan tambahan. Tapi di materi ini, di motivasi, bahwa jika adapun, berikan keberkahan itu untuk yang lain, sebagai sedekah hebat dari seorang anak, seorang anggota keluarga. Dan selanjutnya, membangun kerajaan sendiri, imperium sendiri. Membangun kekuasan dan kekuatan sendiri. Membangun kekayaan dan kemegahan sendiri. Membangun kekayaan dan jalan sendiri. Membangun mental dan perilaku, serta pikiran yang bukan opportunis sekalian, dalam keadaan negatif. Yang positif tetap ga apa-apa loh ya. Ini yang negatif. Yang akan lebih membunuh jiwa, karakter, mental, hati, peserta, jika ga disadari.

  9. Value. Manfaat. Nilai
    Bicara tentang tujuan, hikmah, goals... Dari kenapa Muda, Kaya, Hepi... Menyempurnakan nanti materi demi materi di Modul ke 25 dengan izin Allah...

Amalan-amalan dan ibadah-ibadahnya apa, ada di semua materi 4 Pilar dan materi yang menyertainya, yang semua peserta semua modul emang diwajibkan mengikutinya...

Bismillaah walhamdulillaah...

Selamat mengikuti... Salam untuk semua anak Ayah Bunda... Jika yang mengakses deksripsi ini adalah anak-anak... Salam untuk semua anak, jika yang mengakses deksripsi ini adalah Ayah Bunda.

Ditunggu Login dan Aktivasinya... InsyaaAllah diganti dengan rizki yang berlipat lagi banyak, luas, dan tambah berkah...

Selamat datang di Modul 183... MUDA, KAYA, HEPI.


Yusuf Mansur, 29 September 2020.