KW-182
Milenial Anti Bokek
Milenial Kaya Raya dan Dermawan
by Yusuf Mansur dan Quumii Mansur
Untuk mengetahui lebih detail perihal kelas materi ini, semoga Anda berkenan untuk membaca Deskripsi Kelas Materinya dibawah ini..
Deskripsi Kelas Materi  

Masih muda, bisa sedekah ratusan juta sebulan? Why not? Kenapa ga bisa? Masih muda, bukan hanya udah ga mau dibiayain sama ortu. Bahkan ortu diberikan langsung uang cash, ditransfer, untuk kapan aja hajian, umrah, dan mulai bangun rumah. Sebab kawan-kawan Milenial Anti Bokek (MAB), tau-tau dalam jangka waktu yang teramat pendek, transfer ke rekening orang tua, 1M. Dan ini transferan perdana. Alias bakal ada transferan-transferan berikutnya... ga putus2nya. Sedangkan adik-adik dan kawan-kawan MAB, belom lagi 20th....

Dan belum terlambat banget bagi yang usianya di atas 20th... Ga masalah.

Kawan-kawan MAB, besok-besok, makan kemana aja, nraktir kawan bukan lagi sekedar jadi bos... Ngebosin yang ditraktir. Tapi di kafe-kafe, resto2, milik sendiri, yang sebarannya di sekian cabang...

Kawan-kawan MAB, besok-besok, jalan-jalan keliling Indonesia, nyarternya kereta 1 gerbong minimal. Isinya, guru-guru waktu TK, SD, dan SMP. Diongkosin masing-masing PP, plus uang saku minimal masing-masing 1jt.

Seperti Yusuf Mansur... Hehehe. Ngongkosin kawan-kawannya, buat ngopi doangan di Singapore, makan siang di Malaysia. Terus nginepnya di negara lain.

Ah, itu kan Yusuf Mansur...

Hehehe... Dulunya ya sama. Kayak orang kebanyakan. Waktu Wirda lahiran, yang "cuma" 450rb saja, ya Yusuf Mansur ga ada duit... Nangis-nangis, malu sama istri, malu sama mertua. Sampe-sampe pas Wirda lahir, "kabur", dengan alesan nyari duit. Padahal malu takut ditanya duit... Dan sungguhan ga ada duit. Dan ga ada juga yang dituju, buat dapetin duit. 1999 tuh...

Dan belajarnya untuk bisa keq gini? Di mana? Di www.kuliahwisatahati.com. Edisi spesial, khususnya, buat kawan-kawannya Wiirda di MAB.... Dan juga dibuka untuk umum, dengan pemasar-pemasar tangguh nan hebatnya adalah kawan-kawan MAB. Biar anak-anak Indonesia, kecil-kecil, sejak remajanya, udah bisa jadi donatur anak-anak yang kelaparan di berbagai penjuru Indonesia, bahkan sampe ke Afrika dan negara-negara miskin di dunia... Subhaanallaah.

Modul ini modul asyik. Terapan banget... Bebas usia. ga ngawang-ngawang. Bisa langsung dilakuin, dan bisa langsung hasil. Syarat dan ketentuan, tentu saja berlaku, hehehe. Tapi sangat mudah. Ikutin, jalanin. Gitu doang... Bismillaah walhamdulillaah.

 

Sub Materi:

 

  1. Nyari duit, dapet duit, ga kenal umur
    True Story. Bahwa duit itu bisa diperoleh sama bahkan anak di bawah 10th. Kisah ttg seorang anak SD, kelas 2, yang sedekah 1M, u/ perjuangan Daqu di Palestina. Uangnya sendiri. Ortunya miskin. Dan wkt kelas 1 SD, anak ini mendengar rintihan doa dan percakapan ortunya. Tentang keinginan ortunya anak ini, ga pengen ngontrak lagi. Plus ngeluh biaya sekolah yang emang tinggi. Dan keluar dari kemiskinan. Mendengar itu, anak kelas 1 SD ini bangkit. Dan melakukan a, b, dan c. Nah, pas kelas 2 SD, perjalanan 1th ngamalin ini itu, berbuah. Seperti apa? Ya ayo belajar di MAB by Yusuf Mansur ini, di www.KuliahWisatahati.com. Kisah ini, pernah live di ANTV, saat saya msh di ANTV.

    Nanti dari sini, kawan-kawan Wirda, dan anak-anak serta remaja Indonesia, juga ayah dan ibunya, jadi tau, bahwa Allah itu emang Ga Punya Batasan dalam memberi rizki. Toh, yang ga punya Tuhan juga banyak yang hebat. Anak kecil, jadi youtuber dg penghasilan milyar, juga banyak. Apalagi berTuhan. Harusnya lebih.

  2. Bicara tentang konsep doa
    Konsep doa, bahwa doa itu luar biasa. Yg ngeksekusi, Yang Punya Alam. Dan doa adalah afirmasi trbaik. Doa apa aja, gadget terbaru, dengan kuota unlimitted sepanjang tahun, tiap tahun. Sepatu bola, termahal. Sepeda terbagus. Jalan-jalan keluar negeri. Beasiswa S1 sd S3 di luar negeri. Jadi pengusaha dengan ribuan karyawan. Mergiin haji dan umrah, ayah ibu dan keluarga besar, di usia belia. Bikin rumah dan vila ngadem-ngadem, buat ayah ibu, dan keluarga besar. Ngajak plesir keliling dunia, setahun 4-6x, setaon... Dengan tiket kelas bisnis... Hotel berbintang 5.... Apa yang ga mungkin buat DIA Yang Maha Kaya? Materi kedua, bicara tentang konsep doa.

    Hasil materi ini, kawan-kawan Wirda di MAB, dan juga remaja-remaja Indonesia serta ayah bundanya, mencintai, percaya. dan yakin berdoa. Mau berdoa, banyak berdoa. Sebagai upaya juga mendekatkan diri ke Allah, dan ga sombong ketika berhasil, jaya dan suksesnya.

  3. Bicara tentang konsep biji
    Konsep biji... Konsep nanem biji. Konsep taneman. Bahwa doa, omongan, afirmasi, visualisasi, dreams, adalah biji. Tanem aja. Jatohin aja. Utarain aja. Tulis aja. Someday somehow, jadi. Apalagi dirawat. Hasil materi ini, kawan-kawan Wirda di MAB, dan juga remaja-remaja Indonesia serta ayah bundanya, jadi rajin nanem biji. Jadi termotivasi nanem beragam biji. Ga sepi dari upaya memperbanyak impian dan rencana. Dari cara yang paling sederhana.

  4. Belajar membangun impian
    Belajar bangun impian... Dengan menggunakan keadaan di sekitar... Liat orang tua susah... Liat kakak pontang panting biayain adik. Liat suami ga berdaya. Liat istri yang banyak pasrahnya. Liat ketidakmungkinan kuliah, sebab melihat bayaran SMP SMA aja kelenger. Apalagi misalnya, kedokteran, yang bisa abis 1M lebih. Liat keadaan rumah, yang sempit, dan enaknya liat rumah orang lain. Liat orang lain, ketawa ketiwi naek mobil sendiri. Sementara masa dari TK, SD, naek angkot dan ojek terus. DP aja ga nemu2. Liat kebodohan. Apa2 ga ngerti, ga tau, ga paham. Sedikit ilmunya. Liat diri... Misal, ga pernah ke kota2 besar. Apalagi ke luar negeri. Nah, pake ini semua u/ daya ungkit munculnya impian demi impian...

    Hasil materi ini, kawan-kawan Wirda di MAB, dan juga remaja-remaja Indonesia serta ayah bundanya, paham, memahami, kuat kepahamannya, bahwa kesusahan, kesulitan, persoalan, permasalahan, penderitaan, dan keadaan-keadaan diri, justru merupakan modal terhebat dari Allah. Bukan untuk jadi malu, jadi kecil, jadi lemah, jadi males ngapain aja sbb ngerasa ga mungkin duluan... Bukan. Bukan buat jadi orang yang menyerah, putus asa, bete, baper, ngiri sama yang lain, tanpa melakukan sesuatu. Kemiskinan, kesusahan, dan penderitaan, kelak akan disyukuri. Bahwa inilah hadiah-hadiah terindah dari Allah.

  5. Agar impian dan rencana hidup, luas, banyak, hebat
    Belajar tentang musti banyak yang diliat, musti banyak yang dibaca, dan musti banyak yang didengar. Semakin banyak yang diliat, dibaca, didengar, maka akan semakin luas impian dan rencana hidup. Makin banyak dan makin hebat juga. Juga dalam hal kemanfaatannya. Hasil dari materi ini, akan menjadikan anak-anak milenial, jadi haus belajar, haus nyari tau, haus mencari ilmu, pengalaman, dan selalu tertarik ndengerin, ngeliatin, kisah-kisah sukses dan perjalanan kesuksesan seseorang dengan jatuh bangunnya. Baik sekali untuk ngeluarin dan meledakkan potensi diri.

    Hasil materi ini, kawan-kawan Wirda di MAB, dan juga remaja-remaja Indonesia serta ayah bundanya, bisa menggambar roadmap kesuksesan di masa-masa yang akan datang, dan mengeksekusinya dengan baik.

  6. Niatnya belajar...
    Bekerja di manapun, usaha apapun, diniatkan belajar. Apa kemudian fadhilah belajar yang menjadi kekuatan dan kelebihan tersendiri? Buat semua pembelajar? Saat ia bekerja dan berusaha? Yang membedakan ia dengan yang lain? Hasil darii materi ini, apa aja, kemana aja, di mana aja, jadi manusia pembelajar. Hingga dicintai, disukai, dan banyak dikasih rahmat tambahan dari Allah, Yang Maha Menyukai Ilmu, belajar, dan pengajaran. Bisa diliat dari Kisah Adam misalnya, dan penciptaan awal manusia. Bahwa nomor satu yang Allah lakukan adalah, selalu bicara ilmu, belajar, dan kepengakaran. Allah pun disebut Rabb... Yang di antara artinya adalah Guru. Maha Guru. Pengajar. Maha Mengajarkan. Robbul 'Aalamiin. Di antara artinya, Maha Guru buat semesta alam. Semua pembelajar, yang karena Allah, maka ia akan menjadi "murid langsung" dari Allah. Tentu dengan cara-caraNya, yang di sini insyaaAllah akan dipelajari.

    Hasil materi ini, kawan-kawan Wirda di MAB, dan juga remaja-remaja Indonesia serta ayah bundanya, cinta banget sama yang namanya belajar, ga sombong, rendah hati, dan semangat menuntut ilmu. Apa saja, formal dan informal. Di mana aja, kapan aja, sama siapa aja. Bener-bener memperbanyak ilmu. Sebagai sesuatu yang lebih mahal dari harta.

  7. Kudu dekat sama Allah
    Tadabbur konsep indah dari Qs. an Nuur ayat 54, 55, dan 56. Hasil materi ini, kawan-kawan Wirda di MAB, dan juga remaja-remaja Indonesia serta ayah bundanya, tau konsep hidup mulia, hidup sukses, hidup jaya, hidup banyak menangnya, banyak hasilnya... Dan memperoleh kenikmatan dunia dan akhirat, dengan standar dan bimbingan dari Allah.

  8. Konsep Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Bunda Siti Hajar
    Menunjukkan ketakwaan dan kepasrahan, menunjukkan ketaatan dan kepercayaan kepada Allah, menunjukkan keyakinan, dan ketawakkalan kepada Allah... Ternyata jalan termudah, buat melipatgandakan semua karunia, rizki, kehebatan, yang panjang usianya. Maksudnya, panjang usia dan kekekalan kesuksesannya. Bukan hanya sesaat. Kan ada tuh pernah saya denger, ada Group Whatsapp, "Orang Kaya Setahun Dua Tahun". Hehehe, rupanya ini isinya orang-orang yang bentaran doang jadi orang kaya. Abis itu miskin lagi. Kalo berdasarkan konsep keluarga Nabi Ibrahim ini, kayanya sampe turunan-turunan akhir zaman. InsyaaAllah. Hebatnya, manfaatnya, berkahnya.

  9. Otak bisa menggerakkan dunia
    Masih sehat otaknya? Gampang ngetesnya. Liat tangan kiri. Sekarang. Liat tangan kanan. Sekarang. Keliatan? Maka ini aja tanda bahwa otak masih mampu memerintah mata, dan seluruh sel terkait, buat mengeksekusi perintah otak itu. Tangan kiri keliatan akhirnya. Dan tangan kanan keliatan.
    Sekarang jajal, angkat tangan kiri dan tangan kanan.
    Sederhana.
    Jika mampu, maka itu tanda otak masih bekerja dengan baik. Organ pun masih nurut, hehehe. Ga ada pembangkangan...
    Nah sekarang bayangkan. Kemampuan otak yang kayak gini, ini masih di bawah 3%. Bahkan di bawah 1%, penggunaannya. Konon.
    Maka jika dilatih terus? Ia bisa melihat dunia. Dan menggerakkannya!!!
    Jika kawan-kawan Wirda di MAB, dan remaja-remaja Indonesia, juga ayah ibunya, memerintahlkan badan untuk duduk, berbaring, kemudian bangun dan berjalan.... Lalu ternyata bisa... Dan insyaaAllah kalo skrg (dst), bisa... Maka, sesungguhnya, otak bisa memerintah dunia...!!!

    Hasil materi ini, kawan-kawan Wirda di MAB, dan juga remaja-remaja Indonesia serta ayah bundanya, bisa kemudian mengembangkan otak, u/ memerintah dunia ini. Mau seperti apa? Misal, nyuruh pabrik pindah tangan ke Anda... Bisa... Sangat bisa. Dengan izin Allah. Nyuruh tanah demi tanah datang, jadi milik Anda? Bisa. Bisa banget. Mereka akan bekerjasama dengan harmoni, dengan benda-benda dan makhluk-makhluk Allah yang lain; manusia di antaranya.... Sehingga tanah-tanah itu entah gimana pada datang pada Anda. Permainan pikiran banget. Di materi inilah akan belajar tentang hal yang super amazing ini. Tiket bisnis class ke Turki, Eropa, Amerika, Kanada, Australia, Inggris Raya... Wuah, kalau disuruh dateng ke kantong Anda, secara digital, di HP Anda... Bisa banget-banget. Bahkan unlimitted tiket. Gimana otak dan pikiran Anda bergerak dan menggerakkannya. Serem ilmu ini.

Semua materi ini, nanti dikembangkan lebih jauh lagi di S1 Kewirausahaan Online, Universitas Mahakarya Asia. Bahkan yang sekedar pengen ilmunya, ga mesti dan ga mau jadi S1 nya, bisa dapetin ilmu ini dengan ikutan. Dua jalur: Yang ikutan program sarjananya. Dan yang ikutan non gelarnya.

Bismillaah.... Walhamdulillaah.

Kawan-kawan MAB, welcome... Dan ajak dunia bergabung, sahabat-sahabat kalian, bergabung, di pembelajar modul paling epik seplanet bumi ini, hehehe. Izin Allah. Paling aplikatif, mudah, bersifat terapan, dan bebas usia.

Berbasis audio. Bikin belajar tambah asyik. Tinggal play doangan. Dan bisa denger darimana aja, kapan aja. Kayak Podcast.