KW-03
Undang Allah Saja (Belajar Syukur dan Belajar Yakin)
Untuk mengetahui lebih detail perihal kelas materi ini, semoga Anda berkenan untuk membaca Deskripsi Kelas Materinya dibawah ini..
Deskripsi Kelas Materi  

Dateng ke siapa? Menghadap siapa? Datang kemana? Menghadap kemana? Mengundang kekuatan apa dan siapa?

Ngeri nih modul ini. Bicara soal keyakinan. Ngundang Allah aja. Berbisik ke Allah aja. Bicara ke Allah aja. Ngadep ke Allah aja...

Pengen kerja, naik pangkat, naik jabatan, punya karir bagus. Kita suka salah datang. Kalo ke Allah, pake pakean jelek, seadanya. Tidak dengan hati gembira, tidak dengan hati yakin. Padahal semua pekerjaan dengan semua pos dan levelnya, juga karir dan jabatan, semuanya milik Allah.

Kita perlu banyak nama jadinya.

Tidak demikian, dengan yang bisa mengatakan: Cukup bagiku Allah... Maka orang-orang ini, hanya perlu Allah.

Bukannya tidak berikhtiar. Bukannya tidak berusaha. Itu namanya orang males. Dan malah mengkhianati keyakinan. Menyalahi Allah malahan jika tidak bergerak dan berusaha. Namun, ikhtiar dan usahanya jadi adab, jadi akhlak, jadi ibadah. Bukan menjadi Tuhan.

Pengen modal, pengen masuk sekolah ini sekolah itu, sekolah tentara, sekolah polisi, sekolah perwira, pengen dibukain jalan-jalan usaha, pengen kuliah di luar negeri, pengen jadi a, b, c. Pengen punya a, b, c. Pengen ke a, b, c... Cukup bagi kita Allah. Dateng ke Allah, berbisik kepada-Nya. Ngadu, ngadep, bicara... Dan sering-sering. Akrabin diri. Senangkan diri di dalam kebersamaan dengan-Nya. Jangan kebalik-kebalik. Dengan manusia yang kaya, wangi, menjabat jabatan tinggi, keliatan wibawa dan pengaruhnya, dan kekayaannya, ilmunya, kebisanya, kemampuannya... Lalu kita begitu bergembira datang kepadanya... Bahkan sekedar duduk dan dekat dengannya. Tapi dengan Allah? Yaa Allah, seadanya. Bahkan kayak musuhan. Ga mau datang ga mau ketemu. Kalau ketemu, buru-buru. Kayak ada beban berat. Jadi penghalang kegiatan.

Ini tanda kita ga bagus pengetahuannya dan kenalnya ke Allah.

Dan emang kalau ga belajar perkara ini, rata-rata orang ga terdorong dengan hebat, bener-bener datang ke Allah. Dan ga bakal mau nyambut Allah, saat Allah datang. Ga kenal ga tau. Gimana mau nyambut Allah? Gimana bisa menerima Allah?

Bedain misalnya, saat kita udah lama ga kerja... Lalu ada tawaran kerja... Duh, baru tawaran aja, mata udah tau kayak apa berbinarnya, kan? Hati udah tau kayak apa bahagianya? Itu baru tawaran loh. Apalagi udah berwujud interview? Baju baru, dibeli. Asesoris baru, dibeli. Minyak wangi, dibeli.

Nah, berasa ga kalau ketemu Allah? Gimana? Ada gitu? Salin dulu? Rapih-rapih dulu? Dan mata, serta hati? Sebahagia itu? Hehehe.

Seorang polisi, datang ke saya. "Stadz, kenalin saya ke jendral-jendral di Jakarta lah..."

Kawan ini pengen naik pangkat. Pengen ngisi posisi apa gitu. Yang berbeda. Dan merasa, karena saya kenal jendral-jendral, ya minta dibawa, minta dikenalin. Barangkali bisa sekolah perwira atau apa. Syukur-syukur langsung ditempatkan di posisi dan daerah yang bagus.

Saya bilang, saya kenal Allah. Kita ke sana yuk? Ke Allah.

Biasa. Reaksi orang, senyum dan ketawa. Dan biasanya jawab, itu mah tau... Itu mah udah...

Hehehe. Gantian saya yang senyum dan ketawa ringan. Beneran tau? Beneran udah? Dan beneran cuma Allah aja? Sesuai dengan maunya Allah? Ahad. Satu-satunya. Dan jangan ada tuhan yang lain? Artinya, jangan ngarep, jangan bersandar, jangan ngadu, jangan minta, sama yang lain?

Di sini, hati, akal, rasa, kita, nabrak-nabrak. "Kan perlu ikhtiar?"

Siapa bilang engga perlu? Tapi dengan ke jendral-jendral itu? Ngarep, minta, bersandar? Atau ikhtiar? Kita tau bedanya. Kita tau rasanya. Bahaya juga buat iman dan tauhid. Salah-salah jadi bertuhan manusia.

Ini mah di urusan apa aja loh ya... Ga cuma di urusan Pak Polisi kawan saya ini.

Saya kemudian ngajarin soal "Ngundang Allah..." Seperti yang kawan-kawan akan belajar di modul ini... Dengan izin Allah.

Dan saya kasih 1-2 amalan... Seperti Qulillaahumma maalikal mulk... Aali 'Imroon ayat 26-27... Agar dibaca setiap abis shalat. Sambil direnungi maknanya.

Dapet 1-2 minggu, Pak Polisi dateng lagi. "Kapan mau ngajak ke jendral-jendral?"

Saya berjuang lagi dengan izin Allah, bahwa cukup Allah baginya. Tar Allah aturin.

Jika kita kenal kapolsek, dan kenal juga kapolres, maka cukup kita ke kapolres. Tar kapolres yang atur. Bahkan manggil kapolsek. Kontak, telpon, minimal tuh. Ngaturin pertemuan dan urusan kita. Kalau kita kenal Kapolda? Kapolri? Presiden? Ya langsung aja ke yang tertinggi. Kecuali ga kenal, ga tau, ga ada akses.

Nah, ke Allah? Siapa yang lebih tinggi dari Allah? Ga ada. Yakin ga? Allah bakal ngaturin?

Kita didatengin orang. Dan kita tau dia juga dateng kemana-mana minta tolong. Kayak ga percaya kita ngurusin dia, bakal ngurusin dia... Kita juga pasti ada perasaan, ni orang gimana sih?

Saya yakinkan beliau, cukuplah Allah... Asal serius datengnya ke Allah. Serius mendekatkan dirinya ke Allah.

Bahkan saat itu saya bercanda... Gimana kalau kita minta ke Allah, agar Kapolri yang datang dan nemuin Situ? Nemuin Bapak? Dan memohon agar Bapak mau menempati posisi yang kelak akan diberikannya?

Pak Polisi ini ketawa gede banget. "Ga mungkin banget..."

Saya juga asal ngomong aja, hehehe. Tapi itulah sejatinya: "Undang Allah saja."

Dan kemudian terjadilah keajaiban.

Beberapa pekan setelah beliau berdoa dan ngamalin Qs 3: 26-27 itu, ada peristiwa yang mengantarkannya dapet hadiah dari Kapolri. Menjadi Kapolsek di satu daerah, yang Polseknya itu boleh dibilang tipe A.

Jadi ada kejadian. Kejadian "terorisme". Entahlah. Ada anak muda, ngamuk. Di perempatan jalan besar di Tangerang Kota, anak muda ini menusuk beberapa polisi yang berjaga. Roboh lah polisi-polisi itu. Trmasuk kawan kita ini.

Beritanya menjadi perhatian nasional.

Polisi-polisi ini masuk rumah sakit.

Daaaaaannn... Kapolri nengokin. Hehehe.

Bener, kan? Kapolri didatangkan Allah, hehehe. Nemuin kawan kita ini.

Singkat cerita, satu demi satu dihadiahi pangkat dan kenaikan istimewa. Termasuk kawan kita, dijadikan kapolsek di 1 polsek di kawasan Polda Metro.

Hanya Allah yang bisa ngatur yang begini...

Saya tanya, ke beliau, "Gimana? Mau jadi Kapolres?"

Beliau ketawa, "Ampun Pak Ustadz... Kapolsek aja 6 tusukan... Hahaha."

Kawan-kawan yang sedang melihat-lihat modul demi modul di www.kuliahwisatahati.com... Bagus banget modul ini diambil. Jadi kita tau, kemana kita dateng, ngadep, dan mendekatkan diri. Supaya juga ada keriangan, kebahagiaan, kesenangan, kebanggaan pula, dateng ke Allah. Ada kecintaan, keyakinan, kepada Allah. Sehingga betah berlama-lama dengan Allah. Betah bersama-sama Allah, demen. Kangen. Datang kerinduannya Dateng keinginannya. Ga males. Semangat. Dan ya jadi bener. Untuk semua urusan dan hajat dunia juga. Apa aja.

Ditunggu ya di modul ini KW03 di www.kuliahwisatahati.com.

Ajak keluarga, kerabat, dkk., untuk ikut semua. Langsung. Dari www.kuliahwisatahati.com, Tidak nunggu sharingan, hehehe. Tidak nunggu dishare. Biar ada interaksi.