*)Minimal kata yang ingin dicari adalah 4 karakter
CUYM-0129
Kalo Jadi Wali Beneran Ga Bisa, Belom Bisa, Jadi Wali Nempel Aja
Oleh : Ustadz Yusuf Mansur
Diperbaharui ( 13/11/2024 03:12 ) | Dilihat ( 213 )


Wali Nempel

Yusuf Mansur

12 Nov 2024

 

 

Bismillaah walhamdulillaah...

 

Istilah Wali Nempel ini saya dapet dari Yai Helmi... Luar biasa. Beliau WA dan ngebel saya. 

 

"Kalo ga bisa jadi wali beneran, jadi Wali Nempel aja..."

 

Beliau, yang pernah jadi Sekjen PBNU, ngasih tau saya, salah 1 cara simpel... Menyampaikan ulang dawuhnya Gus Baha, Gus Mus, dan ulama-ulama Nusantara, dan dunia... Misalnya... Masang di status WA, masang di Socmed-socmed, yang kita miliki... Maka ini kita udah jadi Wali Nempel. Semudah itu... Ikutan jadi wali, hehehe.

 

Nempel ini adalah ilmu branding. Wali Nempel, Wali Branding, hehehe. Kita membranding diri kita, dg branding orang lain. Kira-kira begitu... 

 

Jangankan siapa... Ini, apa. Tempat kosong, gelas kosong, piring kosong, plastik kosong, produk kosong... Botol air kosong... Coba aja nempel, dan ditempel, sama brand2 yang bagus, kuat, hebat, mahal, ngetop... Wuah, ikut-ikutan tuh. Ga dianggep kosong. Ga dianggep murah dan murahan. Ga dianggep payah, hina, lemah, di bawah... Tergantung apa dan siapa yang ditempel.

 

So... Siapa aja yang hebat, jago, terkenal, termasyhur... Dalam kebaikan tentunya... Yang 'aalim, lagi banyak ibadah dan amal salehnya. Tekun. Taat. Sholeh sholehah. Bertakwa. Banyak manfaat. Banyak kebaikan. Nah, kita nempel aja.

 

Jadi lah kita: Wali Nempel.

 

Nempelnya di mana, ya di mana aja yang kita bisa nempel. Ada majlisnya, ya ikut majlisnya. Ada barang dagangannya, kita ambil, beli, barang dagangannya. Kalo perlu ikut jual. 

 

Ga usah lah orang 'alim orang baik yang terkenal... Misal, ada warung di lingkungan kita... Yang bersangkutan, dengan keuntungannya, membiayai 2-3 anaknya nyantren... Ya beli aja di situ. Belanja aja di situ. Ini termasuk menempelkan diri dengan orang baik. Sebab dia berjuang buat anak-anaknya nyantren. Kita jangan anggep remeh dan kecil hal ini. Luar biasa bener keberkahannya. Dia ga nyolong, dia ga nyuri. Dia ga minta-minta. Nah keberkahan pemilik warung ini, tempel aja udah...

 

Apalagi sampe kita nempel sama yang buka-buka pesantren, buka-buka madrasah, buka-buka majlis, buka-buka yayasan-yayasan kebaikan... Ya nempel aja. 

 

Ikut berkah dah. 

 

Misal, Yainya, Bu Nyainya... Beliau-beliau itu pergi kemana, dan bisa ikut. ya ikut aja. Asli, nempel aja. Berkah dah. Makin nempelnya hebat, makin hebat lagi keberkahan yang bisa diambil. Makin dalem, makin bagus, makin banyak, makin deket, makin top dah keberkahan yang bisa dirasa. Nah, apalagi sama Nabi, sama sahabat-sahabat, sama Qur'an, sama sunnah-sunah... Nempel aja udah. 

 

Jangan semampunya. Tapi bener-bener semaksimalnya, sekuatnya. Jangan hanya diambil sedikit. 

 

Misal, sama Qur'an... Ya kalo bisa ambil 30juz, ambil 30juz... Ga bisa hafal, ya khatamin bulak balik... 

 

Misal sama Yai-yai, Ibu-ibu Nyai... Kalo bisa ngabdi, jadi abdi dalem, jadi santri yang nempel kemana-mana, ya nempel aja sekalian, 24 jam. Tinggal di kediamannya, di pesantrennya, berkhidmat di lembaganya... 

 

Kalo kata Cak Alief, sahabat dan saudara saya, "Jangankan ada dawuh dari Yai-yai Khos... Sekedar ngegirangin, ngegembirain, nyenengin, bikin senyum, Yai-yai, maka itu cukup...", katanya. Apa sih yang bisa bikin guru-guru, yai-yai, pada seneng hatinya... Ya lakukan aja. "Berkah," kata Cak Alief lagi.

 

Gitu dah. 

 

Ilmu ini perlu diperluas dan diperdalam. Mangga. Silahkan mikir. 

 

Dan nempel paling gampang ke Nabi misalnya, tapi sekaligus paling top, ya shalawat dah.. Shalawat ke dan buat Nabi. Kemudian Qur'an. Kemudian menjalankan beragam sunnah2nya. 

 

Selebihnya, tabarrukan ini ga terbatas kepada ketakwaan dan kesalihan ritual saja.. Tapi juga bisa dalam bentuk ketakwaan dan kesalihan sosial.. Siapa aja yang bagus akhlaknya, manfaatnya, sikapnya, tuturnya, perilakunya, bahasanya, omongannya, tulisannya, apalagi sampe manfaat... Dan dia itu muslim muslimah... Maka ya nempel aja. Ini juga bisa disebut sebagai kategori tabarrukan. Ambil barokah. 

 

Pasang aja mata dan telinga, bisa tabarrukan ke apa dan siapa nih? Bismillaah. Merapat dan ambil berkahnya. 

 

Terakhir, ngutip Guru saya, Prof. DR. Yai Adrian Mafatihallah Karim, MA, Pimpinan dan Pengasuh Pesantren La Tansa, Banten, "... Surat nyampe karena ditempel prangko. Begitu juga Suratan Takdir, mesti ditempelin Koyo Ikhtiar." 

 

Apa aja, ada tempelannya rupanya. Kudu ada yang ditempel, dan kudu nempel, hehehe.

 

Semoga kita bisa jadi seperti Dawuhnya Yai Adrian... "Kita bisa jadi orang-orang yang penuh berkah dan bisa memberkahi. Siapa aja yang nempel sama kita, ikut dapet berkahnya kita... Izin Allah."

 

Hmmm... Keberkahan yang bisa dibagi ke sebanyak-banyaknya dan ke seluas-luasnya orang. MaasyaaAllah. Sangat memotivasi sekali. 

 

Demikian. Mangga. Monggo.

4pilar
Dengan 4 Modul Utama sebagai Pondasi semua modul..
The Beginning
The Spirit
The Process
The Giving
Dengan total (118) Seri Materi (diluar materi atas Kelas yang Anda aktivasikan), serta masih ditambah lagi dengan..
Kelas Bonus Pendukung lainnya yaitu..
Serial Materi Repetisi
Dengan total (16) Seri Materi (diluar materi atas Kelas yang Anda aktivasikan), yang merupakan Repitisi Solusi. Repitisi Impian. Repitisi Hajat. Repitisi Solusi. Repitisi Impian. Repitisi Hajat. Repitisi Harapan. Ala Zikir. Ala Zikir
Semua Kelas Materi Bonus ini bisa Anda dapatkan hanya dengan mengaktivasikan minimal 1 (satu) Kelas Materi dalam Daftar Modul Kuliah yang tersedia.
Klik Disini Untuk Aktivasi Kelas Materi dan dapatkan kesempatan diatas ini..
Berikut dibawah ini adalah highlight beberapa pendapat peserta (dari total 10.893 pendapat peserta) yang telah mengikuti Kelas Materi 4 Pilar ..
 . . . . Matur Nuwun Telah Memberikan Arahan Bagaimana Melibatkan Allah Dlm Segala Urusan Kita Supaya Semua Bernilai Akhirat, Bernilai Ibadah. . .  
Dikirim oleh : Ni'matul Khoiriyyah | VQQHXD
pada : 04/06/2020 05:24
 Alhamdulillah. Dengan Mendengarkan Materi 11 Ini Menambah Wawasan Kita Bahwa Kita Diciptakan Allah Swt Harus Memiliki Peran, Karena Allah Swt Senang Sama Hambanya Yang Memiliki Kesibukan Dalam Mengisi Kehidupan Di Dunia Ini. Semoga Kita Menjadi Pengisi Peran Yang Terbaik Dalam Hidup Ini. Amin Ya Robbal Alamin 
Dikirim oleh : Ade Fathullah | TVX9MZ
pada : 04/06/2020 05:41
 Bismillah. . Berserah Diri Kepada Allah, Serahkan Semua Persoalan Kita, Minta Petunjuk Ke Allah Nanti Allah Akan Bimbing Kita Untuk Menyelesaikan Urusan Kita. Jalankan Perintahnya Dan Jauhi Larangannya, Maka Akan Kelar Semua Urusan Kita 
Dikirim oleh : Ari widiono | YNHMKW
pada : 04/06/2020 04:16
 Titik Paling Penting Yang Harus Selalu Kita Ingat Adalah Allah, Yang Berkuasa Atas Segala Sesuatu Di Bumi Ini. . Ikhtiar Yang Paling Bagus Adalah Ya Dtg Ke Allah . Allah Punya Utusan-utusan Dilangit Dan Bumi Untuk Mengatur Dan Mempermudah Urusan Kita. . Maka Pondasi Yang Paling Kuat Dan Kokoh Ini Adalah Hanya Kembali Pada Allah Saja. Mohon Doa Ustadz Agar Selalu Istiqomah Dan Semua Hajat Qobul Aamiin.  
Dikirim oleh : Chafid munasiroh | BMNWCP
pada : 04/06/2020 04:20
 Alhamdulillah Alloh Bisa Kasih Kesempatan Untuk Bisa Ngaji Bareng Ustadz. . Semoga Bisa Membangun Keyakinan Tentang Alloh. . Bahwa Segalanya Bersumber Dari Alloh Dan Semuanya Kita Kembalikan Ke Alloh. . . .  
Dikirim oleh : etik sri yuliati | 115VBO
pada : 04/06/2020 04:24
Catatan lainnya  
CUYM-0305
Ngingetin...

CUYM-0278
Inspirasi Sorban

CUYM-0219
Shalawatin Aja

CUYM-0216
Next Level

CUYM-0193
Langit Bumi

CUYM-0179
Gimana Neraka?

CUYM-0178
Terlalu Sedikit

CUYM-0166
Ditunggu Di Nabawi

CUYM-0165
Semoga Terhibur

CUYM-0156
Menjemput Rizki

CUYM-0145
19 Bintang Baru

CUYM-0112
Wartawan Waaqi'ah

CUYM-0106
Shalat Dan Salad

CUYM-0102
Allah Sangat Kuasa

CUYM-0100
Go 5 Benua

CUYM-0095
Pelipetan 100X

CUYM-0090
Siapa Yang Setia?

CUYM-0086
300ribu Dapat 1M

CUYM-0084
Bisa To The Point

CUYM-0065
Diingetin Terus

CUYM-0055
Ampe Menang

CUYM-0027
Doa dan Shalawat

CUYM-0026
Cinta Tanah Air

CUYM-0018
STIT & AYM5Surah

CUYM-0011
Kisah Tukang Ojek

CUYM-0009
Hizb Imam Nawawi

CUYM-0007
Makna Ramadhan

prev