kadang seorang yg miskin, melihat, kenapa yang kaya tidak membantunya?
kadang seorang yang lemah melihat, kenapa yang kuat tidak membantunya?
Rupanya, mereka jauh lebih repot, lebih sulit, lebih engga banget, di begitu banyak hal. hanya, si miskin dan si lemah, ga bisa melihat itu.
Kadang seorang melihat dirinya seperti paling nestapa. hingga ia melihat, bahwa justru trnyata dia paling beruntung.
Kadang seseorang begitu diharapkan kehadiran dan kedatangannya. namun Allah jadikan berbagai halangan, hingga kelak tampak kebaikan atas ketidakhadiran dan ketidakdatangannya.
Kadang seseorang merasa ia gagal mencapai tujuannya, gagal mendapatkan keinginannya, gagal kerjaan dan usahanya, gagal ikhtiarnya, gagal mempertahankan ini itu. ternyata, perjalanan waktu membuka mata fisik dan mata batinnya, bahwa itulan keberuntungan yang nyata.
Kadang seseorang yang tidak diharapkan hadir, tidak diharapkan muncul, tidak diharapkan ada... lebih kepada nomor 1, 2, dan 3. yang dtg, berkedudukan nomor 4. tapi dalam waktu sekejap, 1, 2, 3, diganti serombongan. nomor 4 langsung naik jadi nomor 1 dengan Kuasa Allah. lalu jadilah dengan izinNya, ia pernah didatangi oleh yang nomor 1, dan lebih langgeng. Hehehe..
Kadang seseorang suka kebawa perasaan, saat semua ga bisa dipertahankan. padahal Allah hendak memberinya banyak hadiah-hadiah baru, yang lebih bagus.
Kadang seseorang keliatan tambah panjang, tapi trnyata hari-hari itu hari-hari trakhirnya. kadang sebaliknya, seakan berakhir. tapi ternyata justru itu adalah awal.
Semua hal dinamis. bisa berubah setiap saat. dan Sosok Di Balik Semua Perubahan, adalah Allah. padaNya kita menyabarkan diri dan berbaik sangka.
Bahagia dengan pilihan Allah, keputusan Allah, ketetapan Allah, kehendak Allah, perbuatan Allah... karena, pasti yang terbaik. kita hanya, sekali lagi, harus sabar dan trs berprasangka baik.
Qulillaahumma maalikal mulk...
qs. aali 'imraan 26-27...
Dunia... bila hanya jadi dunia, ga akan lebih baik dari separuh sayap lalat. jadiin dunia, salah satu kendaraan buat akhirat. dalam bentuk apa aja tuh dunianya, pokoknya jadiin wasilah buat bekel negeri akhirat.
Jadiin juga semua upaya-upaya dunia dan keduniaan, semuanya berwajah, bermuatan, bernilai, dan menjadi perkara akhirat.
Bahkan bukan cuma hal-hal yang bersifat kebutuhan, keperluan, cita-cita, impian, dan hal-hal menyenangkan dari dunia. hal-hal menyesakkan, merugikan, menghancurkan, membinasakan, keprihatinan, beban-bebang, penderitaan, kesusahan, kesulitan, persoalan, permasalahan, penyakit, kasus-kasus, beratnya hidup, utang-utang, bahkan hingga kesalahan, dosa, maksiat, keburukan... semuanya, yang mana semua ini kejadiannya, di dunia, bawa jadi berwajah akhirat.
Di sana ada pahala dan kebaikan, di semua situasinya, dan keadaannya.
Apa-apa jangan berhenti di dan jadi perkara dunia saja. bawa terus jadi perkara akhirat.
Kentut, bawa jadi perkara akhirat.
Pipis, bawa jadi perkara akhirat.
Be-ol, bawa jadi perkara akhirat.
Cuci tangan, bawa jadi perkara akhirat.
Cuci kaki, bawa jadi perkara akhirat.
Mandi-mandi, bawa jadi perkara akhirat.
Tidur-tiduran, bawa jadi perkara akhirat.
Tidur beneran, bawa jadi perkara akhirat.
Marah-marah, bawa jadi perkara akhirat.
Sedih, bawa jadi perkara akhirat.
Nyesek, bawa jadi perkara akhirat.
Ngomel-ngomel, bawa jadi perkara akhirat.
Nyesel-nyesel, bawa jadi perkara akhirat.
Gembira, bawa jadi perkara akhirat.
Seneng ati, bawa jadi perkara akhirat.
Keadaan-keadaan kalut, cemas, panik, bawa jadi perkara akhirat.
Keadaan-keadaan hepi, sukses, jaya, bawa jadi perkara akhirat.
Kerjaan, ikhtiar, proyek, usaha, aktifitas, kegiatan, bawa jadi perkara akhirat.
Pengen, mengenin, apa aja, bawa jadi perkara akhirat.
Maen, nongkrong, ngupi-ngupi, ngafe, makan-makan, plesir, jalan-jalan, travelling, bawa jadi perkara akhirat.
Utang, bawa jadi perkara akhirat.
Nikah, bawa jadi perkara akhirat.
Cerai, bawa jadi perkara akhirat.
Diangkat, bawa jadi perkara akhirat.
Dinaikin, bawa jadi perkara akhirat.
Diturunin, bawa jadi perkara akhirat.
Dijatuhin, bawa jadi perkara akhirat.
Ditunjuk, bawa jadi perkara akhirat.
Diganti, bawa jadi perkara akhirat.
Dapet, bawa jadi perkara akhirat.
Ilang, bawa jadi perkara akhirat.
Punya, bawa jadi perkara akhirat.
Ga punya, bawa jadi perkara akhirat.
Gembira, bawa jadi perkara akhirat.
Susah bawa jadi perkara akhirat.
Senang, bawa jadi perkara akhirat.
Sedih, bawa jadi perkara akhirat.
Lapang, bawa jadi perkara akhirat.
Sempit, bawa jadi perkara akhirat.
Benci, membenci, cinta, mencintai, dibenci, dicintai, deket, mendekati, didekati, bawa jadi perkara akhirat.
| Catatan lainnya | |