Gerakan Sedekah Nasional Hadapi Covid-19
Oleh : Ustadz Yusuf Mansur
Diperbaharui ( 16/10/2022 11:00 ) | Dilihat ( 466 )
Wabah Covid-19 melanda semua negara tanpa pandang bulu. Negara-negara berpenduduk muslim maupun non-muslim menjadi korban keganasannya. Orang-orang kaya dan miskin terinfeksi, dan sebagian meninggal dunia. Ekonomi global terguncang, terlebih rakyat kecil dengan penghasilan pas-pasan. Islam sebagai rahmatan lil alamin musti diterjemah ke dalam gerakan nyata yang berdampak langsung.

Dalam khazanah Islam klasik, hidup bahu-membahu antara golongan orang yang mampu dan membutuhkan pertolongan sudah terang-benderang. Abu Yusuf dalam Kitab al-Khoroj (Kitab Pajak) menceritakan gerakan politik sahabat nabi bernama Khalid bin al-Walid radhiyallahu ‘anh. Beliau mengeluarkan dana bantuan dari Baitul Mal kepada penduduk Hairoh, terlebih golongan lansia yang tidak mampu lagi bekerja, orang-orang yang sakit dan biaya pengobatannya, juga orang-orang kaya yang jatuh miskin (Wizarah al-Awqaf wa al-Syu’un al-Islamiyah, al-Mawsu’ah al-Fiqhiyah, juz 8, Kuwait, 1986: 253).

Abu Abdullah Muhammad Ibnu Saudah al-Tawadi menyebutkan bahwa baitul Mal dibangun dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, di mana pemerintah adalah pihak paling bertanggung jawab atasnya. Semua hajat hidup rakyat banyak ditanggung dengan baik oleh manajemen Baitul Mal. Inilah yang terjadi dalam perjalanan sejarah umat muslim (Ibnu Saudah, Kasyf al-Hal ‘an al-Wujud allati Yantazhimu minha Baitul Mal, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1209 H.: 2-4). Terutama di era pandemi covid-19 ini.

Selain memaksimalkan fungsi Baitul Mal, teladan hidup generasi salafus sholeh adalah berlomba-lomba dalam bersedekah. Sejarah Islam mencatat, orang miskin dan orang kaya saling bersaing dalam memberikan sebagian hartanya untuk kebutuhan orang lain. Ibnu Sa’ad meriwayatkan perkataan Abu Hurairah, yang mengatakan: “Manusia terbaik di mata orang-orang miskin adalah Ja’far bin Abi Thalib. Dia mengajak kami ke rumahnya, lalu menyuguhkan ‘akkah (wadah dari kulit tempat menyimpan madu) yang sudah kering isinya, hingga kami terpaksa merobek dan menjilatinya,” (Musa Syahin Asyin, Fathul Mun’im Syarhu Shahih Muslim, juz 4, Kairo: Dar al-Syuruq, 2002: 372).

Bersedekah untuk menolong orang lain tidak harus dalam jumlah besar. Pada suatu hari, Jabir bin Abdullah kedatangan banyak tamu, sementara dirinya hanya punya beberapa potong roti dan cuka. Imam al-Baihaqi mengutip ucapan Jabir kepada para tamunya itu: “makanlah, aku mendengar Rasulullah saw bersabda: saus terbaik itu cuka. Celakalah manusia yang menghina hidangan yang disuguhkan pada mereka. Juga celakalah bagi siapa pun yang menganggap remeh makanan di rumahnya untuk ia hidangkan pada tamunya,” (Musa Syahin, 2002: 372).

Praktik hidup per individu maupun program pemerintah pada era salafus sholeh didasarkan pada ajaran al-Quran maupun Hadits Nabi saw. Allah swt berfirman: “hendaklah orang yang mampu memberi berinfaq menurut kemampuannya. Dan orang-orang yang disempitkan rezekinya, hendaklah memberi infaq dari harta yang diberikan Allah padanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan padanya. Allah akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan,” (Qs. At-Thalaq: 7).

Salah satu tafsir kelapangan sesudah kesempitan dalam ayat al-Quran di atas adalah sabda Rasulullah saw: “sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan adalah kusta juga sopak,” (HR. Thabrani). Hadits lain: “bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah,”(HR. Baihaqi). Terakhir, “bentengilah diri kalian dari siksa neraka meskipun dengan separuh buah kurma,”(Muttafaq ‘alaih).

Hari ini kita hadapi masalah kompleks. Kelangkaan peralatan medis dan berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat, serta kesulitan masyarakat kecil mendapat pemasukan yang normal, harus ditangani bersama-sama. Gerakan Sedekah Nasional setidaknya bisa meringankan beban dan hal itu dapat dilakukan di tiap lingkungan terkecil kita masing-masing.

Republik Ceko dapat menjadi teladan, dengan melihat mereka mampu membuat 10 juta masker. Perusahaan, konveksi, rumah jompo, dan lainnya bergerak bersama membikin masker dan dibagikan secara gratis. Hanya dalam tempo 3 hari, kebutuhan domestik terpenuhi. Kita sebagai negara berpenduduk muslim mestinya iri karena ajaran agama kita mengajarkan humanisme semacam itu. Tidaklah heran Muhammad Abduh berujar: "wajattul islama fil ghorb, wa wajjtul muslimina fi syarq (kutemukan ajaran Islam di Barat, tapi hanya orang Islam di Timur."

Pada saat Covid-19 melanda, Pemerintah sudah ambil kebijakan. Salah satunya Presiden Jokowi meminta Kartu Pra Kerja diprioritaskan bagi korban PHK akibat Covid-19 (Kompas, 7/4/2020). Hal ini baru dari satu sisi. Sisi lain, semua elemen masyarakat, kaya maupun miskin, juga perlu meneladani para salafus sholeh, yakni berbersedekah semampunya kepada orang-orang terdekatnya. Tidak perlu besar, yang penting ikhlas.

Sementara apa yang sudah dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga sudah kongkrit, menjadi pelopor dari upaya antisipasi awal, kemudian langkah pencegahan, sekaligus sosialisasi dan juga langkah mitigasi dan antisipasi ke depan. Termasuk belakangan, menerapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan ini bisa menjadi contoh kepala daerah di wilayahnya masing-masing.

Efek dari kebijakan itu diantaranya adalah menutup akses bagi sumber ekonomi menengah kebawah, karenanya, masa karantina ini sungguh berdampak besar terhadap ekonomi rakyat kecil. Satu contoh kecil, Kepala Dinas Sosioal Kabupaten Bandung Barat, Heri Partomo, menyebut wabah Covid-19 ini memicu tumbuhnya warga miskin baru. Gubernur Jawa Barat juga sudah menyediakan kuota bantuan bagi 54.709 Kepala Keluarga akibat wabah corona ini (7/4/2020). Dengan kata lain, satu persatu kepedulian pemerintah sudah mulai terlihat. Kita bisa merujuk kebijakan politik begini kepada keputusan sahabat Khalid bin Walid ra.

Sementara teladan individual dari generasi salafus sholeh, hari ini kita bisa melihat melihatnya dalam aksi sosial sebagian masyarakat. Salah satu contohnya adalah nominal yang masuk ke rekening atas nama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang bertambah Rp. 5,7 miliar dari total sebelumnya Rp. 66,5 miliar. Jubir Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di gedung BNPB, mengatakan bahwa total donasi masyarakat mencapai Rp. 72,2 miliar (2/4/2020).

Beberapa hadits Nabi tentang ancaman dosa bagi orang yang kenyang sementara tetangganya hidup dalam penderitaan dan kelaparan. Dalam kitab al-Kabir, diriwayatkan dari Anas bin Malik ra., Rasullah saw bersabda: “tidaklah beriman kepadaku orang yang tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparangan, dan ia tahu keadaan tetangganya itu,” (HR. Thabrani).

Dalam versi Imam al-Hakim dalam Mustadrak dari riwayat Ibnu Abbas ra., Rasulullah saw bersabda: “Bukanlah orang beriman, yang kenyang sementara tetangganya lapar,” (HR. Al-Hakim). Penulis sepakat, bahwa anggaran dana dari pemerintah masih kurang. Selain itu, penulis juga yakin donasi dari seluruh elemen masyarakat masih akan terus bertumbuh lebih besar lagi. Semoga gerakan sedekah nasional hadapi covid-19 ini terus istiqomah hingga masa-masa sulit terlewati. Amin.

Sumber:
https://www.tribunnews.com/corona/2020/04/08/catatan-ustadz-yusuf-mansur-gerakan-sedekah-nasional-hadapi-covid-19

4pilar
Dengan 4 Modul Utama sebagai Pondasi semua modul..
The Beginning
The Spirit
The Process
The Giving
Dengan total (118) Seri Materi (diluar materi atas Kelas yang Anda aktivasikan), serta masih ditambah lagi dengan..
Kelas Bonus Pendukung lainnya yaitu..
Serial Materi Repetisi
Dengan total (16) Seri Materi (diluar materi atas Kelas yang Anda aktivasikan), yang merupakan Repitisi Solusi. Repitisi Impian. Repitisi Hajat. Repitisi Solusi. Repitisi Impian. Repitisi Hajat. Repitisi Harapan. Ala Zikir. Ala Zikir
Semua Kelas Materi Bonus ini bisa Anda dapatkan hanya dengan mengaktivasikan minimal 1 (satu) Kelas Materi dalam Daftar Modul Kuliah yang tersedia.
Klik Disini Untuk Aktivasi Kelas Materi dan dapatkan kesempatan diatas ini..
Berikut dibawah ini adalah highlight beberapa pendapat peserta (dari total 10.890 pendapat peserta) yang telah mengikuti Kelas Materi 4 Pilar ..
 Bismillahirohmanirrohim. . Percaya Pada "kun Fayakun" Nya Allah. Kita Semua Pasti Bisa Menjadikan Mimpi, Keinginan, Cita-cita, Aaapa Saja Pasti Bisa Atas Ijin Allah. Jazaakillah Khairan Ustadz. . Semoga Sehat Selalu  
Dikirim oleh : DIAN RIFIYANINGRUM | 12ZQ8R
pada : 25/05/2020 11:58
 Bismillah, Semoga Semakin Yakin Untuk Bisa Memperbaiki Diri Menjadi Yang Lebih Baik Lagi Yang Di Ingin Allah Swt, Dan Terus Bisa Selalu Mendekatkan Diri Kepada Sang Maha Pencipta, Amin. Semoga Ilmu2 Yang Di Sampaikan Ustadz Selalu Menjadi Berkah Dunia Akhirat Dan Bermanfaat Untuk Orang Banyak Dan Bermanfaat Juga Untuk Diri Sendiri Semoga Selalu Diberikan Kesehatan Buat Kita Semua Dan Selalu Di Lancarkan Rezeki Dan Dimudahkan Segala Urusan, Amin. Karena Semua Atas Izin Allah, Allah Allah Dan Allah.  
Dikirim oleh : SAFRIKA | I0WGUM
pada : 25/05/2020 11:38
 Bagus, Sebagai Permulaan, Paling Tidak Pemanasan Dulu Dan Ada Rasa Penasaran, Sehingga Akan Lebih Seriuz Menyimak Dan Mendengar, Ga Ujuk Ujuk Langsung Ke Pokok Mteri Jadi Ada Ilmu Dasar Yan Harus Dipelajari 
Dikirim oleh : Rahman | 4ZI5UY
pada : 25/05/2020 11:24
 Alhamdulillah Sangat Bermanfaat, Bagaimana Keyakinan Ini Adalah Benar2 Sebagai Pondasi Awal, Merubah Keyakinan Dari Yakin Kepada Mahluk Menjadi Yakin Kepada Sang Kholik. Yakin Bahwa Semua Mahluk Tidak Bisa Memberi Manfaat Atau Mudhorot Kecuali Dengan Ijin Allah. .  
Dikirim oleh : Suki Nebiviana | 1VU7XU
pada : 25/05/2020 11:11
 Alhamdulillah. . Senang Sekali Adanya Materi Kuliah Online Ini. . Membuat Saya Semakin Semangat Belajar Terus Dan Yakin Bahwa Allah Akan Mengabulkan Apa Yg Kita Inginkan Diiringi Dengan Ikhtiar Dan Doa Yg Terus Menerus. . Barakallah Ustadz  
Dikirim oleh : Dyah Agustine Widyantie | R0LMTT
pada : 25/05/2020 12:17
 Semangat Yg Luar Biasa Yg Diberikan Ustadz Yusuf Mansyur. Supaya Kita Bersungguh2 Ibadah Karna Allah Swt. Dan Kita Yakin Semua Permasalahan Akan Beres Karena Ada Allah. Untuk Itu Kita Harus Terus Yakin Percama Sama Allah. Supaya Dimudahkan Semuanya Oleh Allah 
Dikirim oleh : Mela milawati | WMRI5F
pada : 25/05/2020 11:31
 Awal Yang Baik Untuk Memberikan Motivasi Semangat Untuk Mempunyai Cita-cita Setinggi-tingginya Sukses Dalam Urusan Dunia Dan Akhirat. Membuat Rasa Penasaran Dan Keingin Tahuan Akan Materi-materi Selanjutnya 
Dikirim oleh : Bambang Kerta wijaya | JGC0G5
pada : 25/05/2020 11:22
 Barakalloh Ustadz, Semoga Dengan Begining Tauhid Ini Smakin Memperkokoh Pondasi Tauhid, Memupuk Keimanan Saya Kepada Alloh Swt. Aminnn. Smoga Kuliahwisatahati Smakin Sukses. Aminn. Terimaksih Banyak Dan Smoga Di Berkahi Alloh Swt.  
Dikirim oleh : Nur Muhammad Fatoni | OIGHGI
pada : 25/05/2020 11:45
 Alhamdulillah, Dari Materi Awal Aja Udah Keren Bangeeet, Ajiiib Bangeeeet. Semoga Kuliah Ini Menjadi Wasilah Saya Dan Teman2 Untuk Semakin Dekat Dengan Allah Dan Bisa Mengamalkan Apa2 Yang Ayah Sampaikan , Aamiin Ya Allah 
Dikirim oleh : Nani Mi'rajiah | ALZAOU
pada : 25/05/2020 12:01